Blog ini secara umum akan membahas tentang Ilmu Gizi yang berkaitan dengan kesehatan manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa gizi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Seseorang dapat menjadi sehat, tumbuh normal, cerdas, aktif dsb karena peranan dari zat gizi itu sendiri. Oleh karena itu, kita tidak seharusnya mengabaikan salah satu cabang ilmu ini yaitu Gizi. Let's your food be your medicine....
29 Juni 2011
New Research on Antioxidants (Nova Biomedical)
Kali ini saya akan share E-Book yang berjudul "New Research on Antioxidants". Sesuai dengan judulnya, E-Book ini membahas tentang penelitian terbaru tentang antioksidan dan hubungannya dengan penyakit. E-Book ini terdiri atas beberapa bab yaitu:
CHAPTER I
Role of Antioxidants in the Therapy Against Leukemi
CHAPTER II
Mechanism of Tumorigenesis: Focus on Oxidative
Stress, Electron Transfer and Antioxidants
CHAPTER III
Antioxidant Effects of Astragali Radix oxidative stres
CHAPTER IV
Role of Vitamin E in Cellular Antioxidant
Defense - A New Perspective
CHAPTER V
Natural Antioxidants from Agro-Food by
Products: an Experimental Approach for Recovery
of Phenolics from Wine-Making by-Products
CHAPTER VI
Histidine-Containing Dipeptides as
Hydrophilic Tissue Antioxidants
CHAPTER VII
N-H or C-H Bonds Cleavage in N-phenyl-N’-
Alkyl-p-phenylenediamine Antioxidants?
CHAPTER VIII
A Novel 88 kDa Acute Phase Protein in
Inflammations and its Antioxidant Function
CHAPTER IX
Influences of Alpha-Ketoglutarate and Ornithine
Alpha-Ketoglutarate on Lipid Peroxidation
and Antioxidants and on Their Temporal Patterns
CHAPTER X
Determination of the Antioxidant Content of
Certain Prophylactic and Treatment Preparations
Itulah sedikit gambaran tentang isi E-Book tersebut. Apabila berminat, silahkan langsung download disini
Read More......
28 Juni 2011
Vitamin C dari Buah Lebih Mudah Diserap Daripada Suplemen
Jakarta, Suplemen memang memberikan kemudahan untuk mendapatkan vitamin C dalam dosis tinggi. Namun mendapatkan vitamin C langsung dari buah segar lebih dianjurkan, karena lebih mudah diserap dan mampu bertahan lebih lama di dalam tubuh.
Selain itu, makan buah juga memberikan manfaat yang lebih banyak dibanding minum suplemen karena buah tidak hanya mengandung vitamin C. Di samping vitamin, buah-buahan mengandung serat dan senyawa fitokimia lainnya yang penting bagi tubuh.
Pakar gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK menyampaikan hal itu dalam media workshop di Restoran Merah Delima, Kebayoran Baru, Selasa (3/5/2011), yang diselenggarakan oleh pemasar buah Kiwi asal Selandia Baru, Zespri (R).
"Untuk bisa diserap oleh tubuh, vitamin C butuh lingkungan yang mendukung. Buah memiliki lingkungan semacam itu karena mengandung komponen lain seperti serat dan berbagai fiktokimia," ungkap Dr Fiastuti.
Sebuah eksperimen pada mencit yang dilakukan para ilmuwan di Otago University menunjukkan, vitamin C dari buah bisa diserap 5 kali lebih cepat dibanding suplemen vitamin C. Bioavailibilitas atau kadar vitamin C di dalam tubuh juga bertahan lebih lama ketika diberikan dalam bentuk buah.
Dalam penelitian tersebut, buah yang digunakan adalah buah Kiwi atau Chinese Gooseberry. Dibandingkan jenis buah lainnya, Kiwi termasuk jenis buah dengan kandungan vitamin C paling tinggi yakni 105,4 mg dalam tiap 100 g daging buah yang siap dimakan (edible flesh).
Di dalam tubuh manusia, vitamin C diperlukan sebagai antioksidan. Normalnya seseorang membutuhkan asupan vitamin C sebanyak 45 mg/hari, sedangkan pada kondisi tertentu misalnya ibu hamil butuh 60 mg/hari dan pada masa menyusui butuh 85 mg/hari.
Vitamin C dibutuhkan dalam kadar lebih banyak lagi jika seseorang sering terpapar polusi dari lingkungan, terutama bagi yang hidup di kota-kota besar. Polusi yang tinggi memicu radikal bebas, pemicu kanker yang bisa ditangkal dengan antioksidan.
Sumber: DetikHealth.com
Read More......
03 Maret 2011
[Share] Kumpulan Leaflet Part 2
Halo sobat semua, ketemu lagi nih. Nggak bosan kan??
Oke, langsung saja ya menyambung postingan saya tentang leaflet kali ini saya akan membagikannya lagi. Selamat berdownload ria yah
1. Fertilitas
2. Gastritis + Luka Bakar
3. Hiperemesis
4. Hiperemesis 2
5. KVA
6. GAKY
7. Obesitas
8. GGK
9. Gizi anak sekolah
10.Osteoporosis
Sampai jumpa kembali pada postingan selanjutnya yah...
22 Februari 2011
Human Nutrition

Salam hangat buat teman-teman semua. Kali ini saya akan membagikan e-book tentang gizi lagi dan semoga bermanfaat
Oke langsung saja ya seperti pada judul saya akan membagikan e-book yang berjudul Human Nutrition. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada kaskuser CCPB yang memberikan link downloadnya
Sekilas tentang isi dari e-book ini antara lain:
1. A Global Perspective on Food and Nutrition
2. Body Composition
3. Energy Metabolism
4. Nutrition and Metabolism of Proteins and Amino Acids
5. Digestion and Metabolism of Carbohydrates
6. Nutrition and Metabolism of Lipids
7. Dietary Reference Standards
8. The Vitamins
9. Minerals and Trace Elements
10.Measuring Food Intake
11.Food Composition
12.Food and Nutrition: Policy and Regulatory Issues
13.Nutrition Research Methodology
14.Food Safety: A Public Health Issue of Growing Importance
15.Food and Nutrition-Related Diseases: The Global Challenge
Bagi yang berminat silahkan langsung download disini
Mitos Fakta Seputar Gula

Gula, selalu dianggap biang keladi.
Mitos ataukah fakta?
Inilah fakta sebenarnya tentang gula.
Menghindari gula mencegah kegemukan
Yang benar: Gula memang kaya akan energi, apalagi bila makanan mengandung gula plus lemak. Bila dikonsumsi melebihi kalori yang dibutuhkan, tubuh akan menyimpannya dan berat badan pun naik.
Tetapi, menghindari gula tak berarti terhindar dari risiko kegemukan sebab gula bukan satu-satunya penyebab kegemukan. Ada orang yang gemuk meskipun ia tidak makan banyak gula. Sebaliknya, pada orang yang gemuk, mengurangi gula akan menjadi satu langkah efektif untuk menurunkan berat badan. Mengganti kebiasaan meminum sekaleng soda dengan segelas air putih setiap harinya, akan cukup bermakna menurunkan berat badan bila dilakukan terus menerus.
Banyak makan gula menyebabkan sakit jantung
Yang benar: Selama ini hanya lemak dan kolesterol yang dianggap biang keladi penyakit jantung. Sebenarnya, gula pun turut andil. Diet tinggi gula dapat mempengaruhi kadar lemak dan kolesterol, terutama pada orang yang berbakat diabetes. Untungnya pada kebanyakan orang, konsumsi gula secukupnya tak akan membahayakan.
Gula dapat menyebabkan anak hiperaktif
Yang benar: Ada anggapan gula menjadi salah satu penyebab anak hiperaktif, remaja nakal, atau kriminalitas. Yang benar, belum ada penelitian yang dapat menunjukkan hubungan antara gula dengan hiperaktivitas. Bahkan, kebanyakan penelitian meyakinkan tak ada hubungan antara keduanya hingga anjuran mengurangi gula untuk mencegah atau mengobati hiperaktivitas belumlah didukung penelitian.
Gula membuat ketagihan atau mengidam
Yang benar: Pada umumnya, tak ada makanan termasuk gula yang menyebabkan ketagihan seperti orang ketagihan obat. Yang sebenarnya terjadi, mengidam atau menginginkan makanan yang manis-manis lebih pada pandangan seseorang tentang makanan. Contohnya, banyak orang menyukai coklat, tetapi tentu tak sama sukanya apabila zat aktif coklat dimasukkan ke dalam sebuah tablet. Suasana dan kenikmatan saat mengunyah sebatang coklat juga menjadi hal yang membuat kita ingin makan coklat.
Gula tidak akan sebabkan anak kurang gizi
Yang benar: Sebaliknya, bila anak terlalu banyak makan gula, kemungkinan kekurangan nutrisi makin besar. Segelas softdrink sama kalorinya dengan setangkup roti gandum, tetapi kandungan nutrisinya akan berbeda. Jika si kecil terlalu banyak makan makanan bergula melebihi kebutuhan kalorinya dan tak diimbangi makanan bergizi, ia mungkin saja gemuk tetapi kekurangan nutrisi terutama vitamin dan mineral.
Gula menyebabkan gigi berlubang
Yang benar: Gula memang dapat menyumbang kerusakan gigi karena akan difermentasi bakteri menyebabkan suasana asam yang akan mengikis lapisan gigi. Tetapi gula bukan satu-satunya penyebab. Gigi berlubang disebabkan banyak faktor seperti bakteri yang ada di mulut (biasanya berkomuni di plak gigi), cairan saliva yang membersihkan mulut, mineral yang membentuk gigi, dan makanan yang tertinggal di sela gigi. Membiasakan menyikat gigi atau membersihkan gigi secara teratur bisa jadi lebih efektif daripada sekedar mengurangi menu gula dalam menu si kecil.
Referensi:
1. Whitney Ellie, Sharon Rady Rolfes. Understanding Nutrition, 10th ed. Thomson Wadsworth. 2005
2. J. Travis, the true sweet science. Science news 161 (2002):232-233.
Sumber
