
Faktor makanan mempengaruhi tingkat mood seseorang seharian. Jika mengalami suasana tidak enak, sebaiknya periksa kembali makanan yang Anda asup. Menurut para ahli nutrisi, makanan membantu meningkatkan mood baik atau sebaliknya, dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Menu makanan harian yang baik menjaga gula darah tetap stabil dan kondisi lambung atau gastrointestinal (GI) membantu seseorang tetap energik. Gula darah yang tak stabil, tinggi atau rendah, mempengaruhi mood. Demikian halnya dengan kondisi lambung. Kerja lambung yang terganggu akibat diet keras atau konstipasi menunjukkan perut membutuhkan makanan berserat lebih banyak.
Dalam jangka panjang, beberapa minggu dan bulan, makanan sehat menjaga tubuh tetap sehat dan menangkal masuknya penyakit. Makanan sehat bernutrisi berfungsi meningkatkan hormon serotonin, menjadikan tubuh lebih rileks dan tenang. Nutrisi lainnya membantu mencegah terjadinya luka dan sirkulasi darah ke seluruh organ.
Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang membantu membentuk mood:
1. Makanan kaya vitamin B12 dan Folat (Folic Acid)
Makanan yang mengandung asam folat dan vitamin B12 berguna mencegah gangguan pada sistem pusat syaraf, gangguan mood dan demensia. Hasil ini berdasar studi yang dilakukan Edwards Reynolds dari Institut Epileptologi, King College London..
Berdasarkan studi lain di Jepang, asupan makanan dengan kandungan folat tinggi juga menurunkan potensi depresi seseorang. Asam folat diperoleh dari berbagai kacang-kacangan dan sayuran hijau. Vitamin B12 banyak terdapat di produk ikan, daging dan susu.
2. Perbanyak Sayuran dan Buah
Buah dan sayuran memiliki berbagai nutrisi dan antioksidan yang menyehatkan dan meningkatkan kualitas hidup. Sebuah studi mengungkapkan, memakan dua porsi buah dan sayuran sehari mempengaruhi perbaikan kesehatan seseorang sebesar 11 persen.
3. Perbanyak Makanan Kaya Selenium
Selenium merupakan antioksidan yang meningkatkan mood seseorang. Para peneliti menemukan stres yang di derita orang dewasa sebagian besar akibat depresi. Riset menemukan tingkat konsumsi selenium penderita depresi hanya 200 mikrogram atau kurang. Semakin besar tingkat sirkulasi selenium dalam darah, gejala depresi menurun secara signifikan.
Sumber Selenium berasal dari makanan berupa kacang kedelai, dan kacang polong. Selain itu selenium diperoleh dari daging ayam tanpa kulit, susu rendah lemak, kacang-kacangan dan makanan laut (udang, kepiting, sardin, ikan).
4. Makan ikan beberapa kali seminggu
Studi terbaru mengungkapkan, orang yang mengalami depresi, sebaiknya meningkatkan konsumsi daging ikan, utamanya ikan salmon yang kaya asam lemak omega-3.
Jay Whelan, Kepala Departemen Nutrisi di Universitas Tennessee dalam sebuat penelitian mengatakan kandungan omega-3 ikan mempengaruhi mood dan tingkat depresi seseorang. Sumber makanan kaya asam lemak omega-3 diantaranya ikan hering, tuna, sardin dan salmon.
5. Asupan Vitamin D
Kekurangan kadar vitamin D meningkatkan potensi gangguan mood, terutama menjelang mentrusasi (PMS), dan gangguan mood secara umum.
Pamela K Murphy dari Pusat Medis Universitas Carolina Selatan menemukan asupan vitamin D sedikitnya mencapai 1.000-2.000 IU perhari. Selain sinar matahari pagi, ada beberapa bahan makanan yang mengandung vitamin D diantaranya ikan salmon, tuna dan makarel, hati, keju, dan kuning telur.
6. Seporsi kecil Cokelat
Memakan satu porsi coklat setiap hari membantu meningkatkan mood dan aktivitas fisik, ungkap Becker dari John Hopkins. Menurut studinya, cokelat hitam memicu produksi endorfin, hormon yang memberi rasa rileks. coklat hitam juga meningkatkan kesehatan jantung dengan efek mencegah pembekuan darah dalam pembuluh.
Sebuah penelitian di Belanda mengungkapkan, makan 1/3 bagian cokelat setiap hari menurunkan tekanan darah dan resiko munculnya penyakit jantung.
VIVAnews-Rabu 6 Januari 2009
Blog ini secara umum akan membahas tentang Ilmu Gizi yang berkaitan dengan kesehatan manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa gizi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Seseorang dapat menjadi sehat, tumbuh normal, cerdas, aktif dsb karena peranan dari zat gizi itu sendiri. Oleh karena itu, kita tidak seharusnya mengabaikan salah satu cabang ilmu ini yaitu Gizi. Let's your food be your medicine....
11 Januari 2010
6 Makanan Untuk Perbaiki Mood
17 Desember 2009
Buku Pengawasan Mutu Bahan/ Produk Makanan

Sinopsis:
Mutu sangat sulit didefinisikan karena setiap konsumen memiliki pemahaman berbeda. Sebagai gambaran, konsumen menyukai ikan mas goreng yang berukuran 100gr setiap ekornya. Dengan ukuran demikian, ikan mas mudah dikonsumsi hingga ke tulangnya. Namun bila hendak membuat pepes, mereka lebih menyukai ikan mas yang
berukuran 500gr atau lebih sebagai bahan bakunya.
Mutu bahan pangan tidak dapat ditingkatkan dan cenderung menurun dengan bertambahnya waktu. Upaya yang dapat kita lakukan hanya untuk menghambat atau menghentikan proses penurunan mutu tersebut. Pengetahuan mengenai sifat dan mutu bahan pangan akan banyak membantu dalam upaya menghambat atau menghentikan proses penurunan mutu.
Dua hal penting yang dapat dilakukan untuk menghambat atau menghentikan proses penurunan mutu bahan pangan, yaitu manajemen keamanan pangan dan analisis mutu. Manajemen pangan ditujukan untuk menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi. Manajemen keamanan pangan diwujudkan dengan Penerapan Manajemen Mutu Terpadu (PMMT).
Pnerapan Manajemen Mutu Terpadu terdiri dari tiga komponen yang saling berkaitan, yaitu Good Manufacturing Practices(GMP), Standard Sanitation Operating Ptocedures (SSOP), dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Sebagai kelayakan dasar dari PMMT, GMP harus dilaksanakn dahulu secara baik sehingga akan dihasilkan pangan dengan kualitas yang sama. GMP adalah bagaimana cara menghasilkan bahan pangan dengan mutu relative dengan mutu sebelum dan setelahnya.
SSOP adalah prosedur standar operasi sanitasi untuk mencegah terkontaminasinya bahan baku pangan. Tahapan SSOP meliputi bahan baku, peralatan, pekerja, dan lingkungan steril.
Setelah GMP dan SSOP dapat dilaksanakan sesuai prosedur, maka sudah selayaknya apabila akan menerapkan HACCP. Berdasarkan pelaksanaannya, HACCP dapat dibagi menjadi dua, yaitu analisis bahaya (HA) dan penentuan titik kritis (CCP). Analisis bahaya adalah penentuan titik-titik bahaya yang mungkin ada pada alur proses produksi bahan pangan. Bahaya yang mungkin ada dalam alur proses produksi bahan pangan dapat digolongkan menjadi bahaya fisik, kimia, dan biologis.
Penentuan titik kritis dilakukan karena tidak semua titik bahaya yang dijumpai berpengaruh buruk terhadap mutu pangan yangdihasilkan. Alur proses yang baik dicirikan dengan adanya aktivitas untuk mengatasi bahaya yang mungkin timbul pada tahap sebelumnya.
Sebagai contoh, bahaya yang ditimbulkan dari keberadaan mikroba pada ikan yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan ikan kaleng bukan merupakan titik kritis. Mengapa demikian? Karena pada tahap selanjutnya dari alur proses ada kegiatan sterilisasi yang dapat membunuh mikroba tersebut sehingga ikan kaleng menjadi aman untuk dikonsumsi.
Nah, seperti itulah sinopsisnya. Dibuku ini juga membahas tentang sifat dan mutu bahan pangan, analisis organoleptik, mikrobiologis, nutrisi, kimia dll. Bila tertarik silahkan langsung download disini
Special thanks to: Rijal Mustofa Pedrosa (Adik kelasku di AKZI Sby yg ngasih aku reference ini)
21 November 2009
Labu Atasi Tekanan Darah Tinggi
BERBAGAI jenis labu mudah ditemukan di Indonesia sepanjang tahun. Sayang, pengolahan labu belum maksimal. Padahal, labu merupakan sumber serat kaya manfaat bagi kesehatan.
Meski labu sepintas berasa "dingin", kandungan gizinya cukup beragam. Setiap 100 g labu rata-rata mengandung energi 20 kal, 24 mg kalsium, 29 mg vitamin A, 6 mg vitamin C, mineral, dan serat. "Labu mengandung zat besi dan zinc yang biasanya ditemukan di ikan laut. Di sayuran lain, kandungan itu sulit ditemukan," kata Annas Buanasita SKM MGizi, dosen Akademi Gizi Surabaya.
Labu dapat mengobati tekanan darah tinggi, menurunkan panas, diabetes, dan memperlancar pencernaan. Hal tersebut terkait dengan tingginya kandungan serat, vitamin, mineral, dan air dalam labu.
Beberapa jenis labu yang telah dibudidayakan dan dimanfaatkan adalah labu kuning, labu air, labu siam atau waluh jipang, beligo, dan pare. "Yang paling akrab di dapur kuliner kita tentu saja labu kuning atau labu parang dan labu siam. Labu kuning memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi daripada jenis labu lain," tuturnya.
Pengolahan labu bisa divariasi untuk berbagai macam menu makanan. Mulai hidangan pembuka, menu utama, hingga hidangan penutup. Dengan cita rasa yang tak terlalu pekat, labu justru fleksibel diolah. Labu kuning, misalnya, bisa diolah menjadi kolak, untuk campuran sup, bahkan bahan dasar pembuat kue-kue basah seperti talam dan kue lumpur. "Teksturnya yang lembut dengan rasa sedikit manis cocok dipadu padan dengan beragam bahan," jelasnya.
Labu air yang bertekstur agak keras bisa diolah menjadi beragam hidangan, mulai lodeh sampai gulai sayur. Pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku manisan kering dan campuran saus tomat. Labu siam cocok dijadikan olahan sayur, seperti campuran sayur asam, sambal goreng, sayur bersantan, atau dikukus sebagai lalapan. Khusus beligo jarang dimanfaatkan untuk sayuran. Biasanya, beligo diolah sebagai bahan baku manisan buah kering seperti sukade.
Tekstur labu yang lembut dan mudah dicerna merupakan salah satu keistimewaan karena mudah dikonsumsi oleh anak-anak dan manula. Bagi anak, kandungan zinc dalam labu dapat mendorong pertumbuhan tubuh. Tubuh memang hanya membutuhkan sedikit zinc untuk merangsang hormon pertumbuhan. (uji/tia)
Sumber: Jawa Pos Senin, 09 Juni 2008
09 November 2009
10 Kebiasaan Makan Yang Menyehatkan

Kebiasan makan sehat perlu dilakukan, agar tubuh kita selalu sehat dan segar. Kebiasaan tersebut mulai dari pola makan, waktu makan, cara memakannya, dsb-nya.
Seperti ditulis pada buku Makanan Untuk Membina Kejernihan Pikiran sebagai Filsafat Vegetaris, setidaknya ada 10 kebiasaan makan yang dinilai sangat menyehatkan.
1. Jangan terlalu kenyang
Perut yang terlalu kenyang akan menekan seluruh sistem pencernaan makanan dan menghambat proses pencernaan itu. Makanan yang setengah dicerna akan membentuk sampah dan membusuk di dalam tubuh, dan puncaknya adalah melemahkan seluruh sistem.
2. Makan dalam suasana damai dan gembira
Apabila makan tergesa-gesa atau makan dalam keadaan letih, terganggu, atau dalam keadaan sedih, makanan tidak akan dicerna secara sempurna dan semua zat gizi yang dikandung akan lenyap. Ketika pikiran sedang kalut maka seluruh tubuh kitapun mengalami kekalutan.
Pada saat ini bukan saja makanan tidak dicerna secara sempurna, tetapi makanan yang tidak dicerna juga menghasilkan asam yang sangat berbahaya dan beracun dalam tubuh. Pada kondisi ini lebih baik kita tidak makan sama sekali.
3. Jangan terlalu banyak jenis makanan
Kombinasi yang terlalu banyak pada sekali makan sangat merepotkan sistem penyernaan kita, maka sebaiknya makan dengan kombinasi tidak lebih dari empat jenis makanan.
4. Kunyah makanan itu sampai halus merata
Khususnya makanan bertepung seperti nasi, roti, mie, dll. Kunyah dengan sebaik-baiknya, jangan tergesa-gesa menelan makanan itu, karena apabila makanan tersebut tidak dapat dicerna di dalam perut akan menghasilkan racun yang akan melemahkan seluruh sistem pencernaan. Air ludah bersifat alkali, apabila dicampur dengan makanan yang bersifat asam.
5. Duduk dengan sikap yang baik ketika makan
Duduklah dengan punggung tegak saat makan sehingga energi akan lancar mengalir.
6. Usahakan sempat istirahat setelah makan
Setelah makan usahakan jangan langsung mengerjakan pekerjaan fisik atau mental. Saat itu semua energi tubuh dan darah diperlukan dalam proses pencernaan.
7. Hindari makan makanan penyela
Makanan memerlukan waktu empat jam untuk meninggalkan lambung. Setelah itu cairan pencernaan terhimpun kembali dan siap untuk proses pencernaan berikutnya.
Apabila kita makan beberapa kali sehari, cairan pencernaan tidak pernah mendapat kesempatan berkumpul sepenuhnya dan cairan yang tidak seberapa kuat ini tidak mampu mencerna secara sempurna.
Jadi makanlah ketika kita benar-benar merasa lapar, maksudnya tidak makan ketika perut masih penuh dan jangan lebih dari empat kali dalam sehari.
8. Jangan makan terlalu malam, dekat dengan saat untuk tidur
Sebaiknya makanlah satu setengah jam menjelang waktu tidur, karena tidur dengan perut kenyang akan menimbulkan gas-gas yang menyebabkan mimpi. Berjalan-jalan di udara terbuka sebelum tidur akan membantu pencernaan mencapai keadaan relaks.
9. Minum air secukupnya setiap hari
Air merupakan pencuci alamiah yang dapat membersihkan tubuh dari racun dan kotoran. Minumlah sekitar 3-4 liter dalam sehari, tapi jangan minum terlalu banyak ketika makan agar cairan pencernaan tidak larut dan menjadi lemah. Tambahkan air jeruk dan garam atau madu ke dalam air minum yang di makan.
10. Jangan makan makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin
Makanan terlalu panas mengganggu sistem pencernaan, karena sistem pencernaan bekerja pada batas temperature tertentu. Panas makanan tersebut dapat mengganggu lapisan lender yang melapisi saluran pencernaan.
Makanan yang terlalu dingin akan membuat sistem pencernaan mengkerut sehingga proses pencernaan menjadi semakin sulit. Makanan yang terlalu dingin dapat membuat saluran-saluran pernafasan mengkerut dari hidung hingga paru-paru, sehingga semua menjadi peka.
Ditulis oleh Putri Ningsih
Surabaya, Jawa Timur, 28 April 2009 Jam 3:35:43
18 September 2009
Typhus Abdominalis

1.Pengertian penyakit Typhus Abdominalis.
Adalah penyakit menular yang menyerang usus.
2.Tanda atau gejala penyakit Typhus Abdominalis.
a)Pada awal sakit, suhu badan naik perlahan semakin meninggi mencapai 40o C.
b)Panas dapat sampai 3-4 minggu, dan puncaknya penderita bicara tak menentu (ngomel).
c)Sakit kepala.
d)Sakit di bagian perut dan kadang-kadang disertai kembung.
e)Nafsu makan menurun.
f)Badan terasa lemah dan letih.
g)Biasanya disertai diare atau sukar berak dan kadang-kadang berak darah.
h)Kesedaran menurun.
3.Bahaya dari penyakit Typhus Abdominalis.
a)Mudah menular pada orang lain.
b)Penyembuhannya memerlukan perawatan dan pengobatan selama berminggu-minggu dengan dana yang cukup besar.
c)Adanya luka di dinding usus penderita akan mengalami perdarahan dan bila dinding usus tembus akan menyebabkan kematian.
4.Cara penularan penyakit Typhus Abdominalis.
a)Kuman tipes masuk/ menular melalui mulut dengan makanan atau minuman yang tercemar.
b)Pencemaran kuman tipes dapat terjadi :
Dengan perantaraan lalat.
Melalui aliran sungai.
5.Cara mencegah penularan penyakit Typhus Abdominalis.
Caranya adalah menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari yakni :
a.Makan makanan yang telah dimasak.
b.Minum air masak.
c.Berak di WC.
d.Membuang sampah di tempat sampah.
e.Cuci tangan dengan sabun.
f.Menutup makanan yang disajikan.
g.Menghindari mandi dan cuci di sungai.
h.Segera berobat ke Puskesmas bila ada gejala tipes.
6.Syarat dan prinsip diit penyakit Typhus Abdominalis.
a)Mudah cerna, porsi kecil dan sering diberikan.
b)Energi dan protein cukup, sesuai dengan kemampuan penderita untuk menerimanya.
c)Rendah lemak.
d)Rendah serat, terutama serat tidak larut air.
e)Cairan cukup, terutama bila disertai muntah.
f)Tidak merangsang (pedas, masam, bumbu tajam).
g)Bentuk makanan lunak.
h)Makan secara perlahan di lingkungan yang tenang.
7.Makanan yang dianjurkan untuk penderita penyakit Typhus Abdominalis.
Contoh makanan :
(a)Bubur nasi.
(b)Telur ceplok air.
(c)Semur daging giling.
(d)Sayuran yang disetup.
(e)Nagasari.
(f)Perkedel.
(g)Sup ayam giling.
(h)Pisang.
(i)Jus.
Sumber Pustaka:
-Instalasi gizi RSCM dan ADI. Penuntun Diet. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2005.
-Kanwil Depkes Jatim. Leaflet”Cegah Penularan Tipes Dengan Perilaku Sehat”. Jawa Timur, 1993.